Saturday, 26 November 2016

Tips Traveling ke Xi'an & Shanghai, CHINIA

TIPS TRAVELING KE XI'AN & SHANGHAI
Created by Jatidiri Ono


Hi teman-teman! Ini adalah post kedua saya tentang trip Mainland China Oktober - November 2016 kemarin. Postingan sebelumnya tentang Beijing ada di link berikut 
http://www.melancongcoy.com/2016/11/tips-traveling-ke-beijing-china.html
Sebelumnya sudah saya ceritakan tentang tips umum berkunjung di Cina daratan dan Beijing. Kali ini sesuai janji saya sebelumnya, saya akan share beberapa hal tentang Xi'an dan Shanghai.


Xi'an

Kami berangkat menuju Xi'an dari Beijing dengan menggunakan Bullet Train. Ibaratnya Shinkansen-nya Cina lah ya. Beda beda mirip hahaha. Perjalanan memakan waktu 5 jam. Memang lama, tapi kalau teman-teman lihat di peta...jaraknya ternyata sangat jauh, lebih dari 1.000 km. Mungkin kira-kira seperti Jakarta ke Bali. Hal lucu yang kami temukan dari Bullet Train ini karena tidak seperti di Shinkansen yang ada Smoking Area-nya, di Bullet Train ini tidak ada sama sekali. Jadi, setiap kereta yang berhenti selama 2-3 menit di stasiun tertentu, para penumpang yang merokok langsung keluar ke peron untuk merokok kemudian akan dipanggil lagi oleh pramugarinya kalau pintu kereta akan ditutup.

Ingat gak pelajaran Sejarah dulu tentang Jalur Sutera? Xi'an adalah titik timur dari perjalanan jalur ini. Gak heran kota yang sudah berumur 1.300an tahun ini cukup diverse dan kental dari segi budaya. Kami sampai di Xi'an North Station pada saat sore menuju malam dan menginap di hostel dekat daerah Drum Tower. Cuma 15-20 menit berjalan kaki menuju Muslim Quarter yang terkenal itu, jadinya tiap malam kita selalu ke sana melihat jajanan kuliner Xi'an yang unik-unik. So far makanan Xi'an sepertinya yang paling familiar dengan lidah Indonesia karena bumbu yang berlimpah-limpah. Tapi harus hati-hati kolesterol hahaha Contohnya saja sate domba yang tusukannya segede-gede tebu hahaha (tapi enak lho, mesti coba)

Karena keterbatasan waktu, di Xi'an sendiri kami cukup menghabiskan waktu selama 4 hari 3 malam dengan highlight mengunjungi Terracota Museum. Kami mengambil paket tur dari hostel, sepertinya cukup umum kok disediakan di banyak hostel/hotel. Harga full day tour sendiri dimulai dari harga Rp 200.000 kalau dirupiahkan ya... Cukup worth it kok karena termasuk guide, transport yang lokasinya cukup jauh, include tiket masuk beberapa spot dan makan siang. Untuk kota Xi'an-nya sendiri, saran saya coba kelilingi tembok Xi'an dengan menyewa sepeda di atas, menghemat tenaga sekaligus menikmati pemandangan kota Xi'an.

Jangan khawatir untuk transportasi karena Subway di sana lumayan mudah dipelajari kok dan menjangkau banyak spot wisata di dalam kota Xi'an itu sendiri. Untuk cuaca, waktu itu hampir setiap hari hujan. Yang penting bawa terus payung, gak akan masalah sih. Suhunya sendiri hampir mirip dengan Beijing pada saat itu, tapi biar lebih yakin, sering-sering cek aplikasi Apple Weather atau Accuweather ya.



Shanghai.

Kami bertolak ke Shanghai dengan menggunakan maskapai budget Spring Airlines. Kenapa pesawat? Karena ternyata bisa dapat lebih murah daripada bullet train yang harganya bisa sejuta sendiri hehehe Ada hal yang menarik di penerbangan Cina, kita dilarang membawa lighter ataupun power bank yang kapasitasnya sangat besar meskipun sudah diletakkan di dalam tas. Jangan main-main dengan peraturan ini karena antrian xray-nya sendiri cukup tegas dan detail dan antriannya hampir memakan waktu lebih dari setengah jam sendiri.

Untuk masalah suhu, Shanghai tidak sedingin Xi'an, apalagi kalau dibandingkan dengan Beijing. Shanghai merupakan kota termaju di Cina daratan, semuanya lengkap ada di sana. Kami stay di daerah Zhongshan Park dan berpindah lagi ke daerah Jing'an Park. Kami pribadi sih lebih menyarankan untuk tidak stay di daerah Pudong karena jauh dari banyak tempat dan kurang bisa merasakan keaslian dari Shanghai itu sendiri.

Shanghai ternyata di luar ekspektasi kami semua, ternyata kota ini sangat nyaman dan ada charm tersendiri. Awalnya kami mengira tidak akan beda jauh dengan Hongkong, namun ternyata salah banget hehehe. Shanghai sendiri memiliki banyak karakter, mulai dari kota tua-nya, daerah French Concession-nya yang menarik, tempat hip di Xintiandi sampai daerah ultramodern di Pudong, yang gak heran pernah dijadikan setting film Her.

Untuk transportasi, subway cukup jelas informasinya dan mencakup banyak tempat. Untuk taksi pun kebanyakan sudah menggunakan argo. Uber di sini bisa digunakan tapi ribet karena harus menggunakan account Weibo (FB-nya di sana) terlebih dahulu.

Untuk kuliner, terutama yang nonhalal, saya menyarankan untuk menyicipi kedai/restoran franchise yang bernama Xiaoyang yang menyajikan fried dumpling. Selain itu, ada Haidilao. Selain karena hotpot-nya yang enak, namun tempat ini sangat.....sangat unik. Bayangkan saja, sambil menunggu, sudah disediakan meja-meja board games dan........nail salon hahaha.

Untuk list-list attraction, cukup subjektif sebenarnya. The Bund bagus tapi sangat touristy, saya sendiri lebih senang daerah French Concession, Tianzifang dan Xintiandi. Mungkin bisa cek apps Google Trips, website China Travel Guide atau Lonely Planet yang sangat membantu sekali untuk merencanakan itinerary.


Tips singkat Shanghai:
1. Jangan hanya berkeliling di kota Shanghai saja. Bisa juga kunjungi water towns seperti Zhujiajiao, Tongli atau Suzhou. Atau bisa juga daytrip mengunjungi Hangzhou. Saat itu kami lumayan half day trip ke Zhujiajiao, ibaratnya seperti Venice tapi oriental. Untuk ke sana cukup menggunakan bus berwarna pink yang berlokasi di selatan People's Park, ambil rute terakhir yang menuju Zhujiajiao.
2. Untuk penggemar kereta, bisa coba Maglev train kereta tercepat di dunia yang menghubungkan Pudong Airport menuju stasiun Longyang Rd, vice versa. Kalau siang hari, bisa mencapai top speed sampai 400an km/hour. 30 kilometer hanya 5-10 menit saja.
3. Subway di seluruh Cina sepertinya memberlakukan x-ray check, supaya memudahkan, lebih baik membeli metro card seperti EZ Link di Singapore. Sangat berguna terutama di saat peak hour yang sangat heboh ditambah dengan cek x-ray hehehe.
4. Lagi-lagi maklumi saja perlakuan dari para lokal. Sabar-sabar! Hahahaha Orang-orang di Shanghai tapi lumayan gak judes-judes banget kok. Dibawa enjoy aja.

Semoga dapat bermanfaat dan menginspirasi teman-teman BD sekalian untuk traveling ke Xi'an dan Shanghai. Untuk foto-foto yang lebih banyak dan detail mungkin bisa dilihat di account instagram saya di www.instagram.com/identityono


Muslim Street Quarter - Xi'an.

Xi'an City Wall.

Xi'an City Wall.

Himalayas Centre - Shanghai.

Muslem Street Quarter - Xi'an.

Terracota Museum - Xi'an.

Zhujiajiao.


#BDChina #BDCina #BDBeijing #BDXian #BDShanghai #MelancongCoy



Ingin tulisanmu di Publish di melancongcoy.com ? kirimkann tulisan cerita perjalananmu ke email melancongcoy@gmail.com dengan subjek "Tulisan Pelancong".

0 komentar:

Post a Comment