Tuesday, 20 December 2016

Melancong Coy Menonton The Shell Malaysia Motorcycle Grandprix (Moto GP) 2016

MELANCONG COY MENONTON THE SHELL MALAYSIA MOTORCYCLE GRANDPRIX 2016
Created by Fiqih Komaruzzaman



Hai Sobat Melancong Coy, sebagai lelaki sejati pastinya pernah dong nge fans dengan yang namanya MotoGP. MotoGP bukan hanya digemari oleh kalangan anak muda saja, mulai dari anak kecil hingga yang sudah tua bahkan wanitapun banyak menggemari MotoGP. Olahraga yang setiap tahun dan bergengsi ini adalah Olahraga yang banyak fans dan pencintanya.


Aduh emang malas kalau bicara tentang yang berlalu ni dan baru bersemangat untuk menulisnya. 28-30 Oktober 2016 yang lalu kita datang coy menonton MotoGP secara langsung. Dari awal tidak ada niat sama sekali untuk menonton motoGP karena salah satu anggota melancong coy aja yang pengen nonton MotoGP namun kesulitan mau beli tiketnya jadi karena saya punya teman di Malaysia maka saya minta tolong belikan, Tak enak juga teman saya beli tapi saya tak beli jadi deh saya juga ikutan beli. Ajak kawan juga jadi deh kita berangkat bertiga.


PERKENALAN
Sebelum saya bercerita panjang lebar, bolehlah saya berkenalan terlebih dahulu. Dan sebelum saya berkenalan, bolehlah saya memperkenalkan partner partner saya ini.



Yang sebelah kiri, berkacamata berjaket merah. Namanya Akhmad Fitriandi yang sering dikenal dengan panggilan Andy Capsule. Dia adalah orang yang sangat ingin menonton pagelarang event internasional ini dan dialah orang yang paling tidak panikan di antara kami. Dia pandai membaca peta, mata angin dan terkadang bisa juga membaca cuaca. Dialah penunjuk dan yang menentukan arah kami harus kemana dan kemana. Mesti terkadang tersesat, tapi dia selalu tau jalan untuk kembali ke jalan yang benar.
Yang sebelah kanan, berkemeja. Namanya Hengki Setiawan yang sering di kenal dengan pangkilan Heng atau Ki, Hengki. Dia adalah orang yang paling lancar berbahasa Inggris di bandingkan kami berdua. Untuk urusan berbicara, dengan siapapun yang kami jumpai di Malaysia ini, kami menyerahkan semuanya kepadanya.
Dan perkenalkan saya yang di tengah memakai maju Melancong Coy Fiqih Komaruzzaman yang sering di panggil dengan Bung Fiqih. Saya adalah orang yang sangat panikan. Tapi saya lah orang yang mengendalikan keuangan dalam perjalanan kami ini. Sebelum kami berangkat, kami mengumpulkan uang terlebih dahulu, dan uang itu di pegang dan di atur semuanya (Transportasi dan Akomodasi) oleh satu orang, dan itu saya. Saya lah yang bertugas memanage keuangan mereka mereka itu lah. 

Oke, cukup sekian perkenalan singkat dari saya dan kami. Langsung saja selamat membaca...

ALL ABOUT MOTO GP AT SEPANG INTERNATIONAL CIRCUIT
Pada hari Rabu, H-3 sebelum kebarangkatan, kawan saya yang di Malaysia pun datang ke Batam, Tiket Fisik MotoGP pun sudah bisa saya ambil. Kata kawan saya kamu beruntung fiq,  ternyata sehari setelah saya memesan tiket maingrandstand sudah sold out padahal event masih 1 bulan lagi.

Pada saat itu harga tiket Maingrandstand RM212 sekitar Rp.720.800. huft, lumayan menguras dompet juga itu harga tiket tapi benar benar terbayar semuanya ketika nonton dan melihat langsung Event sekelas International yang setiap tahun rutin digelar di Sepang. Nonton MotoGP di Sepang memang alternative orang Indonesia yang suka dan hoby nonton Olahraga berpacu dengan kecepatan tersebut.

Tiket sudah ditangan rasanya itu sudah aman tinggal menunggu hari H yaitu hari Jumat (28/10). Siapkan peralatan perang sebelum perang, hitung hitung estimasi pengeluaran di Malaysia. Ternyata meleset semua hahaha, tapi tidak melewati budget yang sudah ditentukan.
Tiket Main Grandstand Moto GP Sepang 2016


FIRST TIME NONTON MOTOGP
Sebagai Pekerja yang baik, pastinya kita minta izin dongs biar tak dianggap bolos. Bilangnya sih nak koordinasi dengan kawan komunitas tapi sebenarnya nonton MotoGp hahaha… ya mau gimana lagi terpaksa deh berbohong karena pada saat itu sechedule saya padat tapi masih bisa saya tinggal, untunglah di acc kalau tidak hangus deh tiket saya. Wah sayang dongs kan perdana nonton MotoGP. Jadi harus jadi dongs.


JEMPUT PROFESOR BINTAN DAN KEHUJANAN
Maklumlah orang yang satu ini adalah Pejabatnya Melancong Coy, silakan dibaca sejarah Melancong Coy Akhmad Fitriandi Sang Designer dan Sang Editor Melancong Coy. Kalau Valentino Rossi julukannya The Doctor kalau beliau julukannya The Professor. Yang lebih terkenal dengan panggilan Andy Capsule.

Cuacapun sudah mulai menunjukkan tanda tanda hujan akan tiba namun si andypun belum tiba. Gerimispun mulai datang namun si Andy tak datang datang. Jam sudah menunjukkan pukul 15.30 dan akhirnya orang yang ditunggu muncul dengan gaya nya tanpa bersalah.

Tancap gas dari pelabuhan punggur menuju Pelabuhan Batam Center dan akhirnya belok untuk berteduh karena hujan sudah deras. Kita pergi bertiga, satu teman kita sudah menunggu dipelabuhan. “Woy Dimana kalian” begitulah kalimat yang keluar ketika waktu tinggal 30 menit lagi untuk keberangkatan. Baju hingga ke sepatu semua sudah basah. ya mau gimana lagi terpaksa kita harus tancap gas dan menghantam lebatnya hujan.
Ini dia The Profesor Andy Capsule sampai di Hotel miliknya di KLIA, Capsule Hotel.


MASIH SEMPAT SHOPPING DI MEGA MALL
Akhirnya sampai di Mega Mall, karena semua baju basah jadi kita ganti baju dulu, setelah itu membeli logistic untuk diperjalanan. Ternyata Masih sempat keliling hypermart jadi shopping lah dulu.

Setelah shopping lanjut tukar ringgit untuk pegangan The Professor. Ya lumayan tinggi sih kursnya kalau tukar di Mega Mall tapi mau gimana lagi. Karena semua uang transportasi dan makan saya yang pegang jadi tak terlalu banyak yang harus ditukarkan, cukup hanya untuk beli oleh oleh dan belanja tambahan untuk si Andy aja.


NGUMPULIN UANG
Sebelum berangkat kita sudah sepakat semua pembayaran hanya dilakukan 1 orang saja sehingga enak dalam perhitungannya nanti. Masing masing stor ke saya 1 juta dan cukup untuk beli tiket kapal dan biaya perjalanan selama di Malaysia. Ternyata banyak Estimasi yang tidak sesuai walaupun kita sudah melebihkannya. Bus yang kita budgetkan 35 ringgit per orang ternyata kalau malam bisa harganya 60 ringgit. Wow cukup mengkagetkan dan membuat saya menghitung hitung kembali. Benar benar diluar perkiraan. Biasa nya saya tak pernah naik bus hingga harga 60 ringgit rupanya besok itu adalah hari besarnya agama hindu jadi harga semua naik. Pontang panting cari bus dan akhirnya kita dapat bus jam 00.00 artinya kita beangkat dipertengahan malam. Capek dan letih akhirnya kita memutuskan untuk istirahat sejenak di masjid yang ada di Larkin sambil mengestimasikan kembali pengeluaran.


BELI KARTU DAN MAKAN ENAK
Setelah sampai langsung menuju larkin, karena kondisi perut lapar dan komunikasi putus maka kita pergi ke konter lalu beli kartu. Wow lumayan lah hanya 22 ringgit kita sudah bisa internetan sebesar 4 GB dan full jaringan 4G dan bonus nelpon sesama sebesar 20 menit. Joss kan bro, serasa masih di Indonesia tanpa mempedulikan Internetan. Emang saya akui internatan di Malaysia laju tanpa batas. Kita sudah tidak berburu wifi lagi beda saat kita ke Singapore yang bisa terkoneksi jika ada wifi. Jadi mau update status enak dan aman terkendali. Setelah Internet sudah aman langsung kita memikirkan perut yang sudah kosong. Makan enak dulu sekali sekali. Malaysia kan tak semahal Singapore jadi makanan nya kurang lebih sama seperti di Indonesia cumin karena mayoritas India jadi banyak kari gitu. Kita makan ayam penyet dan minum the tarik semuanya hanya RM 12 kalau di Indonesiakan sekitar 36 Ribu. Ya Lumayanlah serasa makan di Saung Sunda hehehe…


PANIK TINGKAT DEWA
Wah kebiasaan buruk saya suka panik, ya begitulah kalau tak sesuai planning. Setelah makan saya kira masih ada bus yang berangkat ke TBS Kuala Lumpur, Rupanya semua konter bilang Sold Out yang tinggal hanya Calo Calo saja. Wah gila tiket yang dijualnya dari yang harga normalnya 35 Ringgit jadi 60 ringgit bikin kita mikir. Tapi daripada tidak berangkat jadi sudah kita putuskan untuk membeli tiket tersebut. Ya sudah tidak peduli lagi busnya bagus atau tidak yang penting berangkatlah ke TBS. awalnya sih nyari bus yang Eksekutif gitu tapi kebanyakan mikir ujung ujungnya sold out semuanya hahaha. Beli tiketnya jam 22.00 nunggu nya 2 jam, menggembel lah kita sampai waktu keberangkatan. Dan sadisnya itu cara naik ke busnya kayak TKI Gelap gitu..hahahaha, naik di selip selipkan haha, udah duduk paling belakang terus AC nya bocor tak bisa di kecilkan, sudahlah lengkap penderitaan menggigil selama 5 jam.
Pusing kepala, tak sesuai dengan Planning


SIKAWAN BELI MILO
Keluar dari bus sudah kayak Es Batu kaku coy dan tak nyenyak tidur. Niatnya sih biar mengurangi gigil beli lah Coffee untuk menyegarkan di Pagi Hari di Terminal Bus TBS, Tapi Si Kawan kayaknya mimpi buruk di bus jadi entah apalah yang dibeli. Datanglah dengan 3 gelas yang katanya Milo. Dengan semangatlah saya minum, gilaaa udah warnanya samar samar+hambar dan tak diminta pula lagi Gula, sudahlah kayak orang diabetes kita minum Milo Hambar tanpa gula. Mending terasa milo nya ini yang terasa air putih hangat yang warnanya kayak Milo. Tapi tetap harus di Nikmati soalnya sudah di Endorse sama si kawan. Jadi kalau kawan kawan mau beli Minuman di TBS beli lah di 7eleven.
Rekomended minuman penghangat badan #7-Eleven, kata si Kawan...


BERANGKAT KE SEPANG NONTON FREE TEST MOTOGP
Sudah jam 7.00 tapi suasana masih gelap, oh iya baru ingat kan Malaysia lebih cepat 1 jam. Jadi pagi itu kita langsung ke Stasiun LRT TBS menuju Nilai. Kirain saya Nilai itu dekat rupanya 1 jam juga coy di LRT. Yang sadisnya udah sampai Nilai kita naik bus nunggu sekitar 30 menit barulah berangkat. Habis 2 jam juga diperjalanan. Niatnya sih lewat Nilai biar hemat ternyata harga tiket ke Nilai mahal juga 6 Ringgit. Makin sadisnya kita turunnya di KLIA. Napain coba ke Bandara ? nyasar total tapi kita buat fun.
Nyasar ke Nilai

Serasa orang kaya coy naik taksi Bandara menuju Sepang hahaha…. Kirain saya mahal rupanya tak mahal banget ya standard lah. Jadi kalau dihitung hitung semuanya habi sekitar 20 ringgit lewat Nilai ke Sepang. Setidaknya kita sudah mencoba semua jalur menuju Sepang, biar nanti kesana lagi sudah serasa professional gitu sudah paham naik apa aja.
Naik Taxi ke Circuit Sepang

Tips dari saya kalau dari KLCC menuju Sepang. Jangan naik bus yang Rapid KL itu, dijamin encok nanti badan klian. Mending naik bus dari KLCC ke KLIA2. Harga busnya cuman 12 ringgit, setelah itu barulah naik yang Rapid KL dari KLIA2 ke Sepang harganya 12 Ringgit jadi totalnya 24 Ringgit. Kalau naik Rapid KL totalnya 20 Ringgit ya boros 4 Ringgit tapi kan Nyaman dan kita bisa beristirahat didalam bus. Kalau naik Rapid kursinya plastic dan lama di perjalanan sekitar 1.5 jam. Wah bisa remuk badan. Tapi kalau mau menghemat memang paling cocok banget naik Rapid KL apalagi kalau beli tiketnya pulang pergi makin hemat. Pilihan kendaraan menuju Sepang itu tergantung kondisi aja kalau pengen nyaman ya saran saya naik bus ke KLIA2 tapi kalau pengen hemat ya naik Rapid KL yang langsung ke Sepang.


BAZAR MOTOGP YANG PECAH TOTAL
Namanya juga Event International jadi Bazar semuanya datang dari berbagai negara. Wow semuanya amazing. Mulai dari pameran oli sampai motor para pembalap MotoGP pun ada di bazar. Jadi teman teman disini jangan panik ya, bakal rame sepanjang bazaar, bakal tabrak tabrakan dan bisa terhipnotis dengan seksinya para gadis gadis penjaga stand..hahaha.. mungkin kalau klian nonton MotoGp terus pakai jubah dan peci bakal center point perhatian soalnya yang diliat aurat semuanya..hahaha… Ya mau gimana lagi namanya juga MotoGP pasti dongs seksi seksi.
Pintu Masuk Bazar, Hari Pertama Datang


PECAHKAN TELINGA TANPA AIRPLUG
Akhirnya kita sampai di gerbang Gate untuk masuk Maingrandstand. Horee akhirnya kita masuk, wah ternyata kayak gini ya Main Grandstand. Cuman liat lintasan lurus doang.  Pertama dengar suara Moto2 gila rasanya nak pecah telinga, sedikit oleng karena suaranya benar benar keras. Tapi lama kelamaan sudah terbiasa. MainGrandstand memiliki 2 sisi sudut pandang yang berbeda. Sudut Pandang Pertama lintasan lurus dekat dengan paddock sedangkan sudut pandang kedua ini lebih asik diliat karena bisa liat tikungan dan lintasan lurus. Pokonya puas deh kalau tiket maingrandstand. Bisa liat para juara angkat piala. Hari pertama nonton free test merupakan gambaran kita untuk nonton pas di hari lombanya. Jadi kita memtuskan untuk menonton disudut pandang kedua dari awal, setelah tinggal 3 lap lagi kita pindah ke sudut pandang pertama untuk melihat celebration para pembalap. Pokoknya semua dapat tanpa terlewati. Benar benar josss
Depan Pintu Masuk menuju Sircuit


NAIK SHUTTLE BUS GRATIS HANYA NUMPANG DUDUK SAMBIL MENCARI HOTEL
Setelah kita mendapat gambaran untuk hari H nya di sepang nanti, kita langsung tancap gas menuju Bukit Bintang. Bukit Bintang merupakan MidPointnya para wisatawan yang datang ke Malaysia, pusatnya oleh-oleh sekaligus tempat penginapan. Karena kita belum order hotel agak kewalahan cari hotel. Karena hujan jadi susah cari tempat berteduh jadi kita naik shuttle bus hanya untuk numpang duduk sambil liat liat hotel di traveloka. Sudah sampai di menara petronas ganti bus lalu naik lagi sampai ketemu hotel yang pas di traveloka. Yang nyari hotel si 2 kawan saya. Saya malas jadi cumin duduk menung liat orang keluar masuk bus. Ujung ujungnya saya juga yang menemui hotel. Tanya orang disekitar bukit bintang. Akhirnya kita memtuskan untuk nginap dihotel Greenland. Ya Lumayanlah untuk mejam mata 2 jam. Harganya 105 ringgit untuk 3 orang. Cukup murah lah untuk fasilitas yang nyaman, ada AC, TV dan Air Panas.
Keliling Kuala Lumpur Gratis dengan Shuttle Bus




MELETAKKAN TAS DI LOKER KL SENTRAL
Karena sudah check out di hotel jadi kita memutuskan untuk meletakkan barang bawaan kita di loker yang ada di KL Sentral. Untunglah di Malaysia ada loker. Harga lokernya 10 ringgit untuk sekali buka pintu. masih awam jadi kita sudah buka lalu tutup karena ragu jadi kita coba ternyata terbuka. Terus mau bukanya pakai wajah kita. Kerennn


SHOPPING DI BAZAR SEPANG INTERNATIONAL SIRKUIT
Memang gila gila harganya di bazaar. Tapi barangnya original semuanya. Karena saya kurang tertarik dengan pernak pernik disana jadi saya hanya beli airplug. Ya lumayan untuk tutup telinga, tapi pas perlombaan tak ada gunanya airplug itu. Entah apalah gunanya. Coba bayangkan untuk apa nonton MotoGP tapi telinga di tutup. Nonton dirumah ajalah gitu. Justru kita harus mendengar suasana disana. Kenalpotnya kalau di tv kan tak kedengaran. Tapi kalau nonton langsung wihhh, sadisss. Macem jet suaranya.
Shopping di Bazar
MENAIKI MOTO GP ASLI
Tak sia sia lah pokoknya nonton moto gp tahun ini. Saya berkesempatan menaiki salah satu motor pembalap moto GP ini, yaitu Moto Repsol Hondanya Marc Marquez. Kesempatan yang langka dan tidak semua orang bisa menaikinya. Untuk di catat pembaca, ini moto GP Asli. Hahahaha
Saat saya berkesempatan menaiki motor Marquez... kesempatan yang langka dan sangat luar biassa


ENDORSE REDBULL LIMITED EDITION
Redbull adalah minuman yang mensponsori para pembalap MotoGP, salah satunya Honda yaitu Marc Marquez dan Pedrosa. Jadi karena yang dijual disana limited edition artinya tidak ada di toko yang ada hanya disitu maka kita membelinya. Redbull nya emang tidak terlalu asem, benar benar pas sesuai takarannya. Harga satu kaleng 10 ringgit tapi puaslah. Ada sikawan tidak minum jadi saya minum 2 kali lah. Isi perut redbull semua.
The Profesor endorse RedBull


BELI MAKAN DI MAINGRANDSTAND
Kita pikir beli makan di dalam stadion itu mahal rupanya tidak begitu mahal. Ya lumayanlah daripada keluar lagi cari makan, sama aja nanti sia sia sudah sampai stadion lapar lagi. Jadi beli makan disana cumin 25 ringgit satu porsi.


MARC MARQUEZ JATUH LALU TEPUK TANGAN
Sepertinya di Sepang adalah fans nya Valentino Rossi jadi ketika Baby Alien atau Marc Marquez jatuh hampir semuanya tepuk tangan termasuk saya. Karena saya perdana nonton MotoGP di Sepang, jadi saya baru Nampak perbedaan cara pembalap melaju. Memang benar Marc Marquez terlalu agresif dalam menunggangi Kuda besinya. Berbeda dengan Rossi yang selalu santai, mengalah tanpa memaksa. Sebenarnya Rossi bisa menang tapi Rossi tidak memaksa mungkin karena faktor cuaca yang membuat sarung tangan Rossi basah.


CELEBRATION YANG PENUH DRAMATIS
Balap hampir usai, kita pindah posisi yang dari sudut pandang kedua ke sudut pandang pertama untuk melihat Celebration. Wah luar biasa setiap pembalap punya cirri khas nya masing masing. Selamat kepada Dovi dari Ducati yang menjadi Juara 1 di MotoGp Sepang 2016. Yang tak mengenakkan ketika Lorenzo mengangkat piala  posisi ke 3 semua penonton menyorakinnya sehingga membuat Lorenzo salah tingkah. Tiba tiba Lorenzo menunduk dan tidak melihat penonton lagi. Langsung kebelakang podium setelah celebration. Memang benar Lorenzo menang beruntung karena 2 pembalap di depannya jatuh sehingga membuat Lorenzo berada di posisi 3.
Suasana Lap Terakhir menjelang Finist

Saya di Depan Podium
Suasana saat akan keluar dari Sircuit


PULANG SAMPAI JUMPA di MOTOGP 2017

Pertandingan telah usai, saatnya pulang. Langsung tancap gas ke TBS. istrahat sejenak lalu pulang menuju Larkin. Berangkat di kapal pagi dari setulang laut ke Batam Centre. Sampai di Batam Centre mampir dulu di rumah makan favorit kita waktu zaman kuliah yaitu Warung Pakde. 
See You Again in 2017

Sampai Jumpa di MotoGP 2017. See you again


NB. 
Kami Backpacking modal Nekad tanpa Jasa Tour & Travel. dan This Is The First.



Ingin tulisanmu di Publish di melancongcoy.com ? kirimkann tulisan cerita perjalananmu ke email melancongcoy@gmail.com dengan subjek "Tulisan Pelancong".

0 komentar:

Post a Comment