Wednesday, 23 November 2016

Tips Traveling Ke Beijing, CHINA

"TIPS TRAVELING KE BEIJING"
Created by Jatidiri Ono

Hi teman-teman! Mau berbagi secara singkat, padat dan (semoga) jelas tentang perjalanan kami di daratan China, kurang lebih selama 2 minggu dari pertengahan Oktober - November 2016. Meskipun cuacanya sendiri cukup dingin, bervariasi dan berangin dengan suhu 15 derajat Celcius pada saat siang dan 6 derajat Celcius pada saat malam, namun pemandangan pada saat Autumn sangat indah.

Thanks to AirAsia promo karena saya bisa mendapatkan harga tiket CGK - KUL - PEK (Beijing) dan PVG (Shanghai) - KUL - CGK lebih murah daripada tiket pulang pergi menuju wilayah Indonesia tengah hehehe Rute perjalanan yang kami pilih di durasi yang cukup terbatas ini hanya dari Beijing – Xi’an – Shanghai, tapi kali ini yang saya bahas satu per satu ya mulai dari Beijing...

1. Internet dan telekomunikasi

Cina terkenal dengan The Great Firewall-nya, segala jenis service dari Google, Facebook, LINE Messenger dan banyak situs internasional lainnya diblock, kalau WhatsApp sih masih lancar-lancar aja ya. Pastikan sebelumnya sudah download beberapa aplikasi VPN untuk di handphone, minimal 2 lah karena kalau misalnya yang satu bermasalah, usahakan selalu ada cadangan. Kebayang kan ribetnya harus nyalain VPN dulu biar bisa pakai Google Translate. Untuk beli simcard pun cukup susah, karena tidak tersedia di airport atau minimart-minimart seperti di banyak negara tetangga. Kami saat itu kesulitan untuk mencari kantor perwakilan/gerai provider dan mereka tidak memiliki semacam paket internet untuk turis dan berbagai protokol yang ribet dan memakan waktu. Tapi ya paling tidak akhirnya dapat juga sebesar 6GB Data yang akhirnya habis dalam 2 minggu saja.. Saran saya, pergunakan apps Google Trips untuk teman-teman yang senang rencana perjalanannya terperinci, Maps dan Beijing Metro Maps untuk memudahkan mencari lokasi.


2. Toilet

Untuk toilet di Beijing, sebelum berangkat sudah diwanti-wanti tentang masalah ini. Dan memang benar adanya...... Lucunya menurut saya teknologi, bangunan dan fasilitas di Beijing sudah modern (atau paling tidak retro modern hahaha) namun untuk urusan toilet umum ini sudah tidak bisa saya ungkapkan lagi dengan kata-kata. Saran saya, kalau tidak kebelet-kebelet banget mending tidak perlu, atau sekalian cari di pusat perbelanjaan. Paling tidak sudah "ramah turis" hahaha


3. Transportasi

Untuk Beijing Subway, selalu ada pemeriksaan xray di lantai concourse-nya. Menurut saya, tarif Beijing Subway merupakan salah satu yang termurah yang pernah saya coba di Asia. Ada yang modern dan ada yang tua (terutama di Line 1 dan 2), bahkan lebih tua dari usia Ibu saya hahaha. Untuk Line 1 dan Line 2, sepertinya saya tidak pernah mendapatkan tempat duduk mau itu di peak hour atau tidak. Untuk peak hour, mental memang harus diasah terlebih dahulu karena terasa seperti hukum rimba di sana hahaha Lebih baik membeli Yikatong (sejenis EZ Link di Singapore), lebih murah dan lebih cepat. Saran saya, sebelum ke Beijing alangkah baiknya kalau rajin berolahraga, dimulai dari jalan cepat atau lari, karena saya tidak menemukan adanya eskalator di sana, lift pun jarang (mimpi buruk untuk yang sedang membawa koper)


Untuk taksi, usahakan selalu menggunakan meter (argometer) yang mana hal itu akan sangat jarang terjadi. Jadi lebih baik bertanya dulu kepada resepsionis atau teman-teman lokal untuk kisaran harganya. Jangan ragu-ragu untuk menawar lebih dari setengah harga yang diminta! Namanya juga usaha hehehe

4. Great Wall

Kami semua memilih di Mutianyu section. Memang sedikit lebih jauh dari Badaling Section namun lebih sepi dan pemandangannya lebih bagus (kalau kata teman kami yang sudah mengunjungi beberapa section sebelumnya). 



Kurang lebih sekitar 2,5 jam menuju ke sana by public bus dengan nomer 916Express (Kuai) kemudian turun di Huairou. Setelah sampai Huairou, jangan tercengang dan terpojok dengan tawaran supir-supir minivan. Mereka sangat ngotot! Langsung saja menuju ke pangkalan taksi karena rupanya taksi di sana menggunakan argometer. Bilang saja mau ke Mutianyu, kalau bisa janjian juga nantinya untuk dijemput pada saat pulang. Sebagai bonus, cobalah menaiki dengan cable car dan turun dengan toboggan (sejenis LUGE kalau di Sentosa - Singapore). Kapan lagi cobain sejenis perosotan di salah satu Seven Wonders di dunia.


5. Food

Jangan mengira kalau Chinese food di sana sama dengan di Indonesia karena ternyata sangat banyak bedanya hahaha Di sana kebanyakan makanan sangat greasy dan kurang rempah. Sepertinya Chinese food di Indonesia lebih dipengaruhi oleh Cantonese food dan budaya peranakan jadi lebih banyak bumbu (dan msg). Untuk teman-teman muslim, ada beberapa restoran halal yang menjual daging-daging domba dan kambing terutama di daerah turis seperti Wangfujing atau Sanlitun.


Peking duck-nya terlalu menawan dari segi presentasi dan rasa. Benar-benar kulit dan lemak bebek bisa lumer di mulut begitu saja hahaha Untuk urutan favorit menurut saya, Sijiminfu - Dadong - Quanjude. Menurut selera saya lho ya, Dadong dan Quanjude juga enak banget tapi tidak setasty Sijiminfu, selain itu sudah sangat touristy.

Beberapa conclusion saya dari Beijing yang mungkin bisa saya highlight antara lain:

1. Beijing tidak luas, namun SANGAT LUAS. Bersiaplah berjalan minimal 1 kilometer dari exit Subway menuju tourist attraction.

2. Maklumi saja perlakuan dari para lokal. Memang begitu adanya. Harus sabar! Hahahaha Jangan membalas api dengan api. Usahakan tetap santun yang dapat mencerminkan image baik budaya, bangsa dan negara kita. 

3. Beijing relatif terjangkau. Masih jauh lebih murah dari Hong Kong ataupun Singapore. Bijaklah dalam berbelanja dan terutama menawar. Tidak semua toko yang terlihat bonafid menerima kartu kredit Visa/Mastercard.

4. Hati-hati kalau menyeberang, berjalan di trotoar pun harus hati-hati (mungkin ada ranjau hehehe atau orang yang bersepeda)

5. Selalu sedia tissue basah atau botol air untuk penggunaan di toilet umum. Atau mungkin masker karena Beijing juga terkenal dengan polusinya (pada saat di sana sih tidak terlalu terasa entah kenapa, mungkin karena dingin)


Semoga dapat menginspirasi teman-teman BD sekalian untuk mengunjungi Beijing. Mohon maaf foto-fotonya bisa kebanyakan kalau saya upload semua dalam satu post ini. Untuk foto-foto yang lebih banyak dan detail mungkin bisa dilihat di account instagram saya di instagram.com/identityono

Untuk perjalanan selanjutnya di Xi'an dan Shanghai akan menyusul hehehe. Boleh dilihat post selanjutnya di link berikut : Tips Traveling ke Xi'an dan Shanghai

#BDChina #BDCina #BDBeijing #MelancongCoy

Summer Palace.

Birdnest Olympic.

Tipikal menu breakfast para warga Beijing. Disantap selagi di perjalanan sembari berjalan kaki.

Forbidden City dari Jingshan Park. Di bagian utara Forbidden City.

The most beautiful Peking Duck i've ever seen. Located in Sijiminfu Restaurant.

Sanlitun Village.

Spicy Beef Brisket Noodle, bisa dicoba di daerah Sanlitun. Ditemani oleh sebotol Nougat Soymilk.

Wangfujing Street.

Mutianyu Section.

Di depan forbidden City. Harus sabar dalam mengantri di sini.



#BDChina #BDCina #BDBeijing #MelancongCoy



Ingin tulisanmu di Publish di melancongcoy.com ? kirimkann tulisan cerita perjalananmu ke email melancongcoy@gmail.com dengan subjek "Tulisan Pelancong".

0 komentar:

Post a Comment