Tuesday, 20 December 2016

Melancong Coy Menonton The Shell Malaysia Motorcycle Grandprix (Moto GP) 2016

MELANCONG COY MENONTON THE SHELL MALAYSIA MOTORCYCLE GRANDPRIX 2016
Created by Fiqih Komaruzzaman



Hai Sobat Melancong Coy, sebagai lelaki sejati pastinya pernah dong nge fans dengan yang namanya MotoGP. MotoGP bukan hanya digemari oleh kalangan anak muda saja, mulai dari anak kecil hingga yang sudah tua bahkan wanitapun banyak menggemari MotoGP. Olahraga yang setiap tahun dan bergengsi ini adalah Olahraga yang banyak fans dan pencintanya.

Monday, 19 December 2016

Solo Traveling ke Tromso - NORWEGIA

SOLO TRAVELING KE TROMSO - NORWEGIA
Created by Wien Saleh


Hay semua Sahabat #MelancongCoy. Mau sharing dikit nih, mungkin ada beberapa dari temen2 yang punya rencana liat aurora /nothern light mumpung udah winter ini. Sebenernya rada males nulis tapi berhubung banyak temen2 yang nanya, ya sudah lah saya tulis aja disini, biar gak bolak balik jelasinnya. 

Awal February 2016 gw solo traveling sendiri ke Tromso -Norway buat liat aurora yang dari kapan tahu pengen banget liat dengan mata kepala sendiri. Suhunya waktu itu sekitar -15 s/d -18 kebayang ya dinginnya kayak apa. Pake baju aja sampe 4-6 lapis, badan udah keberatan bawa baju 😬😬

Kenapa gw pilih Tromso? Setelah cari informasi mengenai negara2 dan kota2 mana aja yang selalu dilewati nothern light, akhirnya gw pilih Tromso, yang mana letaknya 350km dari north artic circle nya, jadi kesempatan buat melihat aurora lebih banyak. Pada saat itu ada beberapa daerah di Norway yang sudah saya google salah satunya Lofoten Island, Bodo, Senja, Tromso. di antara semuanya chance paling besar pada saat gw kesana itu adanya di Tromso. Singkat cerita terbanglah gw ke Oslo (OSL)terus lanjut lagi dengan domestic flightnya ke Tromso (TOS) dengan Scandinavian air dengan waktu tempuh 2 jam dari Oslo.

Landed di Tromso waktu itu sekitar jam 4 sore, tapi karena winter kayak berasa udah jam 9 malem. Tromso inj kota kecil yang sekeliling airportnya dikelilingin gunung gunung berselimut salju. Sumpah takjub banget liat sekelilingnya. Dingin? Jangan di tanya, udah sampe ketulang sampe muka aja udah perih saking dinginnya.

Beberapa pertanyaan yang sering di tanya sama temen2 nih

1. Apa aja sih yang perlu di bawa dengan cuaca sedingin itu?
Pastinya baju2 anget ya dan juga windproof jacket, booth or hiking shoes juga bisa. Jangan pake booth kulit, karena saljunya disini dalem2, dan juga bikin booth mu cepet rusak. Thermal sock and thermal legging kalo buat perempuan or thermal pants itu sangat membantu banget buat nahan dingin. Sarung tangan and kupluk and syal wajib, yah pokoknya tergantung badan kita deh seberapa kuat nahan dinginnya. Seperti yang gw bilang gw aja sampe pake 6 lapis. Terus anti slip shoes inj berguna banget buat jalan biar kgk kepeleset, krn jalanannya udah icy banget.

2. Transportasinya gimana susah gak?
Sistem teansportasi di Tromso termasuk gampang, public bus itu setiap jam ada bahkan tiap 15 min sekali lewat. Itu untuk dalem kotanya ya. Kalo dari airportnya ada airport bus (flybussen nama busnya) yang ke city center, bisa beli tiketnya online atau bisa beli langsung sama supirnya. One way tiket 89 NOK (Norwegian Krone) , return tiket 120NOK.
Kalo yang ke city bisa pake bus nomer 40 atau 42 bisa nunggu di halte bus seberang parking lot airport, tiketnya 45 NOK berlaku 1,5 jam dari naik pertama. Jadi kalo masih naymbung bus lagi tinggal tunjukin tiketnya ke supir, selama masih dalam waktu 1,5 jam gak kena charge lagi.

3. Untuk solo traveler aman gak sih?
Aman banget, buktinya gw masih pulang kok dari Tromso. Dan jangan khawatir orang2 sana itu sangat membantu banget sama turist, mayoritas juga berbahasa inggris.

4. Makanan gimana mahal gak?
Yah kalo makanan tergsntung selera masing2 ya dan tergantung budget. Berhubung gw orgnya gak bisa makan fast food atau mie instant jadi menurut gw hrganya masih terjangkau sih. Buat temen2 BD yg suka bawa mie instant mungkin sangat membantu sekali.
Bisa juga beli fresh sandwich di toko2 kyk seven eleven gitu ada banyak di sana.
Untuk minum mending bawa tumbler deh biar bisa refil air, disana airnya seger banget. Kalo beli air kemasan lebih mahal jatohnya.

5. Hotel gimana mahal gak?
Lagi, tergantung budget ya, kalo di centrum sih ya mahal lah, gw pake air bnb yang waktu itu permalemnya $25 ini di daerah perumahan gak begitu jauh sih dari centrumnya kira2 20-30 min jalan kaki. Dan pemandangan dari rumah bener2 bagus berasa kayak fairytale.

6. Apa aja yang bisa dilihat di sana selain Aurora?
Banyak , bisa liat polaria museum, tromso churchnya juga bagus, kalo yg suka buku bisa mampir ke perpustkaannya, sekedar jalan2 melintasi jembatan yg menghubungkan pulaunya dengan pemandangan yg spectacular. Cable car juga ada, cuma sayang waktu masih tahap renovasi.

7. Gimana caranya bisa liat aurora gitu?
Gampang ambil aja paket tour. Disana banyak banget agent2 tour untuk aurora. Kemarenan gw pake agent Tromso safari, gw ambil paket Aurora Base Station. Yang mana kita gak perlu hunting, ada base sendiri yg mana auroranya suka nongol di daerah tertentu, jd mereka selalu mengacu ke aurora forcastnya. Ada juga paket aurora chacthing bus, kalo paket ini istilahnya berburu aurora dari point satu ke point lainnya tergantung pergerakan forcast, jd turun naik bus ngejarin aurora, kalo punya budget lebih bisa ambil paket komplit dgn dog /husky slidingnya.

Untuk paket yg gw ambil itu fasilitanya udah termasuk transport pp dari pick up point, thermal jacket , free snack and hot drink, ada campfirenya juga buat ngangetin badan, camera setting kalo ada bawa kamera manual ya, tripod juga disediain tapi gak banyak, plus bisa minta fotoin sama photograper tournya sekalian, itu semua cuma ngeluarin duit €100, lumayanlah buat liat aurora nonstop 6 jam. Siap2 sakit leher dan kedinginan ya 😄
Kalo dateng sekitar bulan feb awal disan ada festival tahunan, namanya festival sami. Sami ini adalah suku norway tertua yang masih ada. Sayang waktu itu gw keburu balik di hari festival itu berlangsung.

Kira kira itu dulu yang bisa gw sharing, kalo ada yang udah pernah kesana dan mau nambahin silahkan, yang mau share infonya juga silahkan gak perlu ijin. Semoga bisa membantu temen2 mewujudkan mimpi jadi kenyataan melihat dancing aurora.


#BDTromso #BDNorway #BDAurora #MelancongCoy

Photo curtesy by tromso safari
Photo curtesy by Tromso safari
Base camp untuk aurora base station
View dari dalem kamar air bnb tempat gw tinggal, kayak lukisan ya. Liat gini aja udah males keluar
Jarang nemu org jalan, ketemu satu aja udah bahagia bearti aku tidak sendiri. Fotondi ambil saat sunrise mau ke centrum



Ingin tulisanmu di Publish di melancongcoy.com ? kirimkann tulisan cerita perjalananmu ke email melancongcoy@gmail.com dengan subjek "Tulisan Pelancong".

Wednesday, 14 December 2016

Saturday, 26 November 2016

Tips Traveling ke Xi'an & Shanghai, CHINIA

TIPS TRAVELING KE XI'AN & SHANGHAI
Created by Jatidiri Ono


Hi teman-teman! Ini adalah post kedua saya tentang trip Mainland China Oktober - November 2016 kemarin. Postingan sebelumnya tentang Beijing ada di link berikut 
http://www.melancongcoy.com/2016/11/tips-traveling-ke-beijing-china.html
Sebelumnya sudah saya ceritakan tentang tips umum berkunjung di Cina daratan dan Beijing. Kali ini sesuai janji saya sebelumnya, saya akan share beberapa hal tentang Xi'an dan Shanghai.


Xi'an

Kami berangkat menuju Xi'an dari Beijing dengan menggunakan Bullet Train. Ibaratnya Shinkansen-nya Cina lah ya. Beda beda mirip hahaha. Perjalanan memakan waktu 5 jam. Memang lama, tapi kalau teman-teman lihat di peta...jaraknya ternyata sangat jauh, lebih dari 1.000 km. Mungkin kira-kira seperti Jakarta ke Bali. Hal lucu yang kami temukan dari Bullet Train ini karena tidak seperti di Shinkansen yang ada Smoking Area-nya, di Bullet Train ini tidak ada sama sekali. Jadi, setiap kereta yang berhenti selama 2-3 menit di stasiun tertentu, para penumpang yang merokok langsung keluar ke peron untuk merokok kemudian akan dipanggil lagi oleh pramugarinya kalau pintu kereta akan ditutup.

Ingat gak pelajaran Sejarah dulu tentang Jalur Sutera? Xi'an adalah titik timur dari perjalanan jalur ini. Gak heran kota yang sudah berumur 1.300an tahun ini cukup diverse dan kental dari segi budaya. Kami sampai di Xi'an North Station pada saat sore menuju malam dan menginap di hostel dekat daerah Drum Tower. Cuma 15-20 menit berjalan kaki menuju Muslim Quarter yang terkenal itu, jadinya tiap malam kita selalu ke sana melihat jajanan kuliner Xi'an yang unik-unik. So far makanan Xi'an sepertinya yang paling familiar dengan lidah Indonesia karena bumbu yang berlimpah-limpah. Tapi harus hati-hati kolesterol hahaha Contohnya saja sate domba yang tusukannya segede-gede tebu hahaha (tapi enak lho, mesti coba)

Karena keterbatasan waktu, di Xi'an sendiri kami cukup menghabiskan waktu selama 4 hari 3 malam dengan highlight mengunjungi Terracota Museum. Kami mengambil paket tur dari hostel, sepertinya cukup umum kok disediakan di banyak hostel/hotel. Harga full day tour sendiri dimulai dari harga Rp 200.000 kalau dirupiahkan ya... Cukup worth it kok karena termasuk guide, transport yang lokasinya cukup jauh, include tiket masuk beberapa spot dan makan siang. Untuk kota Xi'an-nya sendiri, saran saya coba kelilingi tembok Xi'an dengan menyewa sepeda di atas, menghemat tenaga sekaligus menikmati pemandangan kota Xi'an.

Jangan khawatir untuk transportasi karena Subway di sana lumayan mudah dipelajari kok dan menjangkau banyak spot wisata di dalam kota Xi'an itu sendiri. Untuk cuaca, waktu itu hampir setiap hari hujan. Yang penting bawa terus payung, gak akan masalah sih. Suhunya sendiri hampir mirip dengan Beijing pada saat itu, tapi biar lebih yakin, sering-sering cek aplikasi Apple Weather atau Accuweather ya.



Shanghai.

Kami bertolak ke Shanghai dengan menggunakan maskapai budget Spring Airlines. Kenapa pesawat? Karena ternyata bisa dapat lebih murah daripada bullet train yang harganya bisa sejuta sendiri hehehe Ada hal yang menarik di penerbangan Cina, kita dilarang membawa lighter ataupun power bank yang kapasitasnya sangat besar meskipun sudah diletakkan di dalam tas. Jangan main-main dengan peraturan ini karena antrian xray-nya sendiri cukup tegas dan detail dan antriannya hampir memakan waktu lebih dari setengah jam sendiri.

Untuk masalah suhu, Shanghai tidak sedingin Xi'an, apalagi kalau dibandingkan dengan Beijing. Shanghai merupakan kota termaju di Cina daratan, semuanya lengkap ada di sana. Kami stay di daerah Zhongshan Park dan berpindah lagi ke daerah Jing'an Park. Kami pribadi sih lebih menyarankan untuk tidak stay di daerah Pudong karena jauh dari banyak tempat dan kurang bisa merasakan keaslian dari Shanghai itu sendiri.

Shanghai ternyata di luar ekspektasi kami semua, ternyata kota ini sangat nyaman dan ada charm tersendiri. Awalnya kami mengira tidak akan beda jauh dengan Hongkong, namun ternyata salah banget hehehe. Shanghai sendiri memiliki banyak karakter, mulai dari kota tua-nya, daerah French Concession-nya yang menarik, tempat hip di Xintiandi sampai daerah ultramodern di Pudong, yang gak heran pernah dijadikan setting film Her.

Untuk transportasi, subway cukup jelas informasinya dan mencakup banyak tempat. Untuk taksi pun kebanyakan sudah menggunakan argo. Uber di sini bisa digunakan tapi ribet karena harus menggunakan account Weibo (FB-nya di sana) terlebih dahulu.

Untuk kuliner, terutama yang nonhalal, saya menyarankan untuk menyicipi kedai/restoran franchise yang bernama Xiaoyang yang menyajikan fried dumpling. Selain itu, ada Haidilao. Selain karena hotpot-nya yang enak, namun tempat ini sangat.....sangat unik. Bayangkan saja, sambil menunggu, sudah disediakan meja-meja board games dan........nail salon hahaha.

Untuk list-list attraction, cukup subjektif sebenarnya. The Bund bagus tapi sangat touristy, saya sendiri lebih senang daerah French Concession, Tianzifang dan Xintiandi. Mungkin bisa cek apps Google Trips, website China Travel Guide atau Lonely Planet yang sangat membantu sekali untuk merencanakan itinerary.


Tips singkat Shanghai:
1. Jangan hanya berkeliling di kota Shanghai saja. Bisa juga kunjungi water towns seperti Zhujiajiao, Tongli atau Suzhou. Atau bisa juga daytrip mengunjungi Hangzhou. Saat itu kami lumayan half day trip ke Zhujiajiao, ibaratnya seperti Venice tapi oriental. Untuk ke sana cukup menggunakan bus berwarna pink yang berlokasi di selatan People's Park, ambil rute terakhir yang menuju Zhujiajiao.
2. Untuk penggemar kereta, bisa coba Maglev train kereta tercepat di dunia yang menghubungkan Pudong Airport menuju stasiun Longyang Rd, vice versa. Kalau siang hari, bisa mencapai top speed sampai 400an km/hour. 30 kilometer hanya 5-10 menit saja.
3. Subway di seluruh Cina sepertinya memberlakukan x-ray check, supaya memudahkan, lebih baik membeli metro card seperti EZ Link di Singapore. Sangat berguna terutama di saat peak hour yang sangat heboh ditambah dengan cek x-ray hehehe.
4. Lagi-lagi maklumi saja perlakuan dari para lokal. Sabar-sabar! Hahahaha Orang-orang di Shanghai tapi lumayan gak judes-judes banget kok. Dibawa enjoy aja.

Semoga dapat bermanfaat dan menginspirasi teman-teman BD sekalian untuk traveling ke Xi'an dan Shanghai. Untuk foto-foto yang lebih banyak dan detail mungkin bisa dilihat di account instagram saya di www.instagram.com/identityono


Muslim Street Quarter - Xi'an.

Xi'an City Wall.

Xi'an City Wall.

Himalayas Centre - Shanghai.

Muslem Street Quarter - Xi'an.

Terracota Museum - Xi'an.

Zhujiajiao.


#BDChina #BDCina #BDBeijing #BDXian #BDShanghai #MelancongCoy



Ingin tulisanmu di Publish di melancongcoy.com ? kirimkann tulisan cerita perjalananmu ke email melancongcoy@gmail.com dengan subjek "Tulisan Pelancong".

Jalan - Jalan Hemat Keliling London!

"JALAN-JALAN HEMAT KELILING LONDON!"



Siapa yang tidak mau jika diberi kesempatan conference sekaligus berlibur ke negara impian?

Siapa yang tidak mau berlibur saat musim dingin di London?

Yes, semua itu baru saja saya lakukan di Negara yang menjadi impian saya yaitu, Inggris tepatnya di kota London. Selama 6 hari saja berada di kota yang katanya cukup mahal ini untuk mengeksplor semua yang ada di dalamnya.

London adalah kota yang sangat cantik, artistik, dan indah menurut saya. Arsiterktur bangunan lama yang megah dan detil membuat saya semakin jatuh hati untuk tinggal di kota ini.

Alhamdulillahirabbilalamin, saya di beri kesempatan untuk melihat dan merasakan nikmatnya kota ini.

Perjalanan dimulai dari Jakarta transit di Kuala Lumpur dan langsung menuju London Heathrow, jika ditotal saya menghabiskan 17 Jam di perjalanan dari Jakarta menuju London. Saya menggunakan maskapai Negara tetangga dan ternyata wow cukup hebat dengan fasiitasnya dan pesawatnya 2 tingkat.

Setelah perjalanan yang cukup melelahkan, akhirnya saya tiba di Heathrow! Bandara ini sangat besar dan memilik 5 terminal, saya turun di terminal 4 yang merupakan terminal internasional. Bandara ini sudah terhubungan dengan kereta bawah tanah yang disebut “tube” di London.


Day 1
Hal pertama yang saya lakukan adalah membeli Oyster Card, kartu ini berfungsi untuk menaiki tube atau bis secara gratis, terdapat banyak pilihan, mau yang 1 hari, 3 hari atau 7 hari dengan harga dan zona yang bermacam-macam. Saran saya jika mau lengkap belilah hingga zona 6, seperti saya yang membelinya dengan harga 50 Poundsterling/Pounds.

Setelah itu saya menaiki tube dan menuju King’s Cross tempat dimana saya stay yang merupakan Piccadily line. Line ini menurut saya adalah line yang menghubungkan ke semua arah, karena letaknya berada di tengah-tengah dan membelah kota London.

Perjalanan dari Heathrow menuju King’s Cross memakan waktu 1 jam karena banyaknya stasiun yang di lalui, setelah sampai saya langsung menuju pintu exit yang disarankan oleh pihak hostel. Begitu keluar dari stasiun tube, udara London langsung menerpa saya dan merasakan malamnya yang sangat indah. Alunan music yang diiringi para pemusik jalanan dan sibuknya jalanan kota London membuat saya semakin yakin bahwa this is one of my dream city.

Hostel saya hanya berjarak 10 menit dari King’s cross dan ini merupakan salah satu hostel yang ratingnya bagus. Namanya Clink 78 Hostel London, bisa dibooking melalui situs hostel.com atau hostelworld.com. Anyway, ini sudah include sarapan dengan harga mulai dari 250.000IDR per malam.

Malam hamper habis, begitupun perut saya juga hamper habis… isinya… Saya menuju restaurant yang penuh dengan orang Inggris yaitu The Five Guys, letaknya strategis dan persis di depan stasiun King’s Cross. Saya menghabiskan 8 Pounds, untuk Burger, Kentang goreng, dan minuman ukuran besar.

Rasanya enak banget, bener-bener gak ada kurangnya dikitpun. You should try then.


Day 2
Petualangan kedua saya dimulai dengan Conference dari perusahaan terlebih dahulu sampai pukul 12 dan dilanjutkan dengan jalan-jalan versi on the spot.. eh salah maksudnya versi saya.

Hari kedua saya fokuskan ke daerah yang penuh dengan keajaiban, yaitu Big Ben, Westminster Abbey, London Eye, dan juga Trafalgar Square.

Bigben sangat memukau saat pertama kali dilihat, benar-benar bangunan yang tampak megah dan dilapisi warna coklatnya, di seberangnya tinggal berjalan kaki terdapat gereja Westminster yang juga tidak kalah megahnya dilapisi dengan warna abu-abu.

Area ini memang ramai dengan turis karena spot satu tempat ke tempat yang lain sanat berdekatan. Setelah berkunjung dan berfoto ria di Westminter Abbey saya berjalan kaki melewati jembatan yang sering sekali menjadi temoat lokasi syuting film-film barat, jembatan ini mengantarkan saya menuju arah lawannya Bigben yaitu, London Eye. Ternyata minggu ini adlah hari liburnya orang eropa, sehingga daerah ini benar-benar padat dan banyak tawaran promo untuk menaiki atraksi yang ada di daerah tersebut.

Saya tertarik dengan tawaran paket promo London Eye + Madame Tussauds + Shrek Adventure sebesar 50 Pounds, ini benar-benar menghemat 20 Pounds. Lumayan kan yang harusnya dapet 2 jadi dapet 3 wahana?

Akhirnya setelah membelinya, saya mulai memasuki wahana permainan yang pertama yaitu Shrek Adventure! Wahana ini cukup unik dikarenakan tidak ada di Indonesia, ceritanya adalah perjalanan mencari Shrek yang menaiki bus, menemui sleeping beauty, bertanya pada pinokio dan masih banyak lagi. Didalamnya tidak boleh mengambil gambar, sehingga tidak ada dokumentasi dalam wahana permainan ini hehe.

Setelah selesai, saya langsung menyebrang ke wahana yang kedua karena waktu sudah cukup sore yaitu London Eye. Kalau ini tidak boleh terlewatkan karena merupakan icon dari kota yang sangat cantik ini. Menaiki London Eye butuh kesabaran karena super duper ngantri tapi tenang saja.. cepat kok antriannya. Setelah menunggu kurang lebih 20 menit, akhirnya saya menaiki gelas kaca yang cukup untuk 15 orang kayaknya. Semuanya terbuat dari kaca sehingga bisa melihat kota London dari sudut manapun, saya mengambil foto dari sisi barat, timur, tenggara, dan bahkan hampir di setiap sudut hahaha.

London eye memang sangat cantik tetapi waktu sudah menunjukkan pukul 5 sore sehingga matahari sudah hampir lelah, alhasil saya juga siap-siap kembali ke hostel sekaligus mencari makan malam. Sambil menuju kingscross saya sambal melihat kanan-kiri restoran mana yang menjadi sasaran malam mini.. dan ternyata tujuan saya jatuh pada Indian Lounge, resto India yang jadi rekomendasi trip advisor ini sudah membuat lidah saya bergoyang.

Ketika masuk dan duduk, ternyata tempat ini cukup fancy dan harga cukup membuat kantong terkuras hahaha.. bayangkan saja untuk 1 orang menghabiskan 30 Pounds atau sekitar 450.000 Rupiah untuk 1 Nasi Biryani, chicken tika, salad dan 2 air mineral… cukup mahal dan cukup sekian untuk malam kedua ini karena saya lelah dan kembali ke hotel.


DAY 3
Perjalanan hari ini akan di sponsori oleh Hop-on Hop-off bus! Kenapa saya menggunakan ini? Karena saya tidak mau ada satu tempat wisata di London yang kelewatan oleh saya. Keuntungan lainnya adalah saya bisa naik turun sesuka saya dan juga disediakan fasilitas wi-fi di dalam busnya. Yang lebih bahagianya lagi adalah saya membeli untuk 1 hari dan ternyata diberi bonus untuk 2 hari. Alhasil saya makin merasa tidak rugi.

Perjalanan dimulai dari Trafalgar square, saya menaiki bus ini dan turun di Horse Guard Parade dikarenakan ingin melihat upacara pergantian penjaga yang cukup unik, karena tekat sedikit akhirnya saya berfoto ria saja bersama penjaganya.. hehehe..

Ternyata Horse Guard Parade ini cukup luas, dibelakangnya terdapat lapangan yang luas. Setelah puas berfoto saya kembali menaiki busnya dan berencana mengelilingi kota London terlebih dahulu. Manfaat dari Hop-on Hop-off adalah kita dapat mengunjungi tempat wisata yang ada di hampir semua belahan kota London. Setelah saya memutarkan 1 ronde rute bus ini, tujuan saya adalah turun di Tower Bridge of London dan London Castle, sangat menarik. Ketika saya turun saya tidak terfikir bahwa jembatan dan bangunan ini sangat megah, benar-benar membawa saya kembali ke zaman kerjaan dulu kala.

Saya berfoto menyebrangi jembatan ini dan juga mencicipi salah satu makanan sejenis kacang yang rasanya cukup enak dan menghangatkan tubuh. Lumayan dingin-dingin ada yang menghangatkan hahaha..

Setelah berfoto ria saya kembali menuju ke London Castle, dari luar sudah tampak antrian yang sangat panjang untuk memasuki tempat wisata ini. Setelah menempuh antrian yang cukup panjang akhirnya saya masuk dan mulai melihat kemegahan isi yang ada didalam istana ini dengan menghabiskan waktu sekitar 2 jam yang kurang untuk melihat semuanya secara detail.

Setelah puas didalam, akhirnya perut sayapun kelaparan. Saya memilih untuk makan sesuai itinerary saya, yaitu Jamie Italian’s! Ini adalah salah satu restoran milik koki ternama di Inggris namanya Jamie Olivier. Gampang banget tempatnya, ini jadi sebelahan sama Hilton Hotel yang ada di seberang London Castle (Harus meyebrangi tower bridge of London dulu ya). Harga makanannya juga sangat worth it, yaitu 25 Pounds untuk 3 menu (Starter, Main Course, and Dessert + Drink). Enakkan kan? Dan kalo menanyakan rasanya udah pasti jawabannya “Maknyussss”

Makan sudah, foto sudah, apalagi ya yang belum? Ohiya, saya baru inget kalo masih punya tiket madame tussauds London!!! Alhasil, saya memutuskan untuk mengisi sore ini dengan menuju ke Madame Tussauds langsung menggunakan tube. Perjalanan ke Madame Tussauds memakan waktu 20 menit, karena sudah 1 line dengan tube yang ada di dekat Jamie Italian’s.

Sampai sudah saya di depan tube madame tussauds, langsung saja saya masuk dan menukarnya dengan tiket yang baru. Antrian panjang juga terjadi lagi dan lagi-lagi dikarenakan liburan. Akan tetapi, orangnya lebih beragam dari berbagai Negara, bahkan sekolompok tour dari Indonesia juga ada :’) ada temen juga ya akhirnya hahaha..

Seperti biasa, saya berfoto-foto dengan replika lilin dari artis-artis ternama dan yang paling menakjubkan adalah ada patung Nelson Mandela yang menggunakan batik!! Sebagai Duta Batik bagaimana tidak bangga ada patung orang luar yang menggunakannya.

Well, karena saya ingin bertemu dengan kawan PPI (Persatuan Pelajar Indonesia) akhirnya saya tidak begitu lama dan lagian dalamnya ternyata tidak begitu jauh dengan yang ada di Bangkok atau Shanghai. Saya menaiki Hop-on Hop-off kembali dan menuju Regent Street. Jalan ini adalah jalan yang dikelilingi took-toko fashion, dari mulai kepala hingga kaki ada! Harganya? Jauh lebih murah disini dibandingkan di Indonesia.

Sambil menunggu kedatangan teman saya, akhirnya saya berjalan-jalan sedikit saja disekitaran sini. Bener-bener jauh lebih murah lho, saya menemukan baju di salah satu brand yang harganya 1 juta dan disini cuma 400rb saja. Alhasil saya beli juga deh ya :p


Berjalan-jalan memang tak mengenal waktu, setelah 30 menit akhirnya kawan saya pun datang dan akhirnya saya diajak ke China Town yang memang tidak jauh dari Regent Street tersebut. Saya diajak makan di salah satu restoran china yang ‘all you can eat’ dan saya langsung tersontak “INI BARU MAKAAAAAAAAN! HAHAHAHA” makan cuma 8 Pounds dan sepuasnya + ketemu nasi. Nikmat maka yang kau dustakan? J

Makan sampe kenyang dengan piring yang sama ini menjadi prinsip dari restoran ini dan ternyata tidak cuma satu restoran saja, ada beberapa restoran seperti ini di China Town London.. Ah besok-besok makan disini lagi aja!


Day 4
Hari 4 ini diisi dengan liburan menuju tempat-tempat bersejarah “#2” kenapa pake 2? Karena ini hari kedua untuk hari-hari tempat wisata bersejarah hahaha..

Tujuan pertama saya adalah ke St. Paul Cathderal, gereja ini juga dilewati dengan jalur Ho-on Hop-off jadi yasudah saya tinggal menikmati saja rasa percuma yang diberikan kemarin untuk tiket ini selama dua hari. Setelah perjalanan yang cukup lama sekitar 20 menit akhirnya saya turun di gereja yang sangat megah ini, saya berfoto diluar gerejanya karena memang pilar dan arsitektur dari gereja ini benar-benar memukau.

Saya berencana untuk masuk ke dalam karena dibuku dituliskan gratis untuk masuk ke dalamnya, tetapi tiba-tiba saya disuruh bayar! Dan bayarnnya cukup mahal untuk sebuah gereja, yaitu 8 Pounds. Saya langsung menolaknya dan keluar saja. Jadi usul punya usul, ternyata dahulu kala gereja ini tidak bayar akan tetapi karena makin kesini makin banyak orang baik turis local maupun turis asing datang untuk melihat, akhirnya dijadikannya pungutan bayaran untuk memasuki gereja ini.

Karena perut sudah keroncongan juga, akhirnya saya memutuskan untuk mencari makan dulu. Karena saya ingat, ada restoran yang ingin saya coba di dekat London Eye, berangkatlah kesana dengan menggunakan Hop-on Hop off lagi. Saya turun persis di station untuk London Eye dan berjalan sedikit ke restoran ini. Fast food restoran ini lumayan cukup murah dengan porsi yang segede gaban :”) Harganya adalah 8 Pounds untuk fish and cips atau chicken and chips atau sausages and chips.

Ohiya, jangan lupa kalau bepergian itu membawa saus sambal dari Indonesia bagi yang suka pedas karena orang luar jarang yang suka peds sehingga mereka kebanyakan adanya saus tomat. So, kalo saya sih selalu membawa sambel sachet-an biar rasanya lebih nagih hahahaha..

Anyway, setelah perut terisi dengan makanan yang tidak sehat tadi, saya langsung menyebrang untuk mengambil gambar di sisi lain dari Big Ben yaitu dari jembatan penyebrangannya. Lumayan lah ya untuk stok foto dari sisi yang berbeda. Sehabis itu saya langsung berjalanan kaki menuju Websminter Abbey, ini adalah gereja tua di dekat Bigben yang berada di tengah kota. Satu kata: sangat bagus. Bener-bener bagus sih kalo menurut saya karena memang dari luar sudah keliatan megah sekali.

Puas melihat dan berfoto-foto dengan Websminster Abbey, saya langsung menaiki Hop-on Hop-off lagi menuju Hyde Park yang cukup jauh dari pusat kota. Taman ini sangat terkenal oleh orang Inggris untuk bersantai ria, ngobrol-ngobrol, atau bahkan piknik. Ketika sampai, benar saja! Taman ini begitu luas dan hijau seperti yang ada di film-film drama Inggris haha.. saya seketika langsung duduk di rumput yang sangat segar itu dan berfikir sejenak ‘kalau di Indonesia ada, pasti setiap pulang kantor atau kuliah saya langsung kesini tapi kalopun ada paling isinya alay-alay atau dibuat pacaran ya? Hahaha..

Karena mengejar waktu untuk mengunjungi Kensington Palace, saya langsung bergegas untuk menaiki hop-on hop-off kembali dan benar saja bus yang saya naiki adalah bus terakhir yang beroperasi pada hari itu. Saya turun di pemberhentian bus Kensington Palace dan bergegas menuju areanya. Ternyata, tempat ini sangat luas karena terdiri dari tamannya juga. Taman disini juga sangat indah, terdapat kolam besar yang dilengkapi angsa-angsa putih yang cantik dan juga banyak sekali keluarga yang sedang membawa anak-anaknya bermain bola, basket, dan lain-lain. Ketika sampai di depannya istana ini sudah tutup. Jadi yasudah foto saja di depannya. Kensington Palace ini juga salah satu destinasi turis yang cukup terkenal dan masuk di daftar list trip advisor.

Processed with VSCO with hb2 presetHari sudah menunjukkan pukul 18.00, saya menuju stasiun tube yang berada di dekat situ dan menuju kembali ke are hostel (King’s Cross Station).


Day 5
Perjalanan pada hari ini di dedikasikan untuk stadium tour karena siapa yang tidak kenal club bola yang berasal dari Inggris? Chelsea? Manchester United? Manchester City? Arsenal? Wah banyak lah ya pokoknya. Tujuan saya adalah atleast saya memasuki atau mengikuti salah satu dari stadium tour nya mereka.

Tujuan utama saya adalah ke Emirates Stadium yaitu kandang dari Arsenal, stasiun dari stadion ini namanya sama yaitu Arsenal Stasion. Kalau dari hostel saya tinggal naik Piccadily line dan turun di stasiun ini, tidak jauh kok.

Perjalanan memakan waktu sekitar 15 menit dan sampai di stasiunnya, setelah turun nanti langsung ikutin saja petunjuknya. Yang pasti keluar stasiun itu ke kanan dan ikutin jalan aja nanti juga ketemu sendiri stadionnya. Pertama kali melihat stadion ini, langsung saya terfikir ‘kok kalau orang luar punya selalu keren-keren ya’ dan saya sendiri pun tidak menyangka akan berada di depan stadion ini. Langsung saja saya berfoto-foto dan mencari tahu lokasi stadion tournya.. Well, ternyata hari tidak berpihak padaku. Hari ini stadion tournya libur alias tutup. Yasudahlah ya, akhirnya saya berfoto saja di depannya, mengamati apapun yang ada di depannya, dan melihat semuanya dari luar :’)

Dari Arsenal, kita menuju warna yang berlawanan yaitu Biru! Yes benar, saya langsung menuju Stamford Bridge kandangnya Chelsea, lokasi stadion ini lumayan cukup jauh dari tempatny Arsenal. Harus berganti 2 stasion untuk mencapainya. Ketika saya turun di stasionnya, langsung banyak orang yang memakai baju biru dan membawa banner atau memakai syal Chelsea. Ternyata hari ini sedang ada pertandingan Chelsea melawan Manchester United. WAH KESEMPATAN YANG SANGAT JARANG! Tetapi tiket sudah habis terjual dari 2 hari yang lalu ternyata, ada calo yang jual tetapi harganya tidak masuk budget backpacker hahaha.. yaudah mau tidak mau saya hanya berfoto dari luar dan lagi-lagi tidak ada stadion tour karena sedan ada pertandingan.. Nasib ya nasib..

Saya menikmati keramaian yang ada di depan Stamford Bridge ini, seru sekali bisa menjadi bagian dari mereka, kehebohannya begitu terasa. Kegiatan setelah ini adalah saya kembali lagi ke Bigben untuk foto menggunakan batik, pasti pada bingung ya “Big Ben lagi Big Ben lagi” hahaha tapi ya emang gitu.. Pusat kotanya memang disitu-situ aja dan yang rame turis juga disitu-situ aja. Saya mengambil beberapa foto dan melanjutkan perjalanan di malam terakhir ini di Oxford Street dan Regent Street karena ingin membelikan beberapa titipan.

Ternyata, toko-toko dijalan ini kalau hari libur tutupnya malah lebih cepat yaitu jam 6 sore, sedangkan kalo hari biasa tutupnya malah lebih malam yaitu jam 10. Lumayan cukup aneh ya haha.. yaudah saya menghabiskan waktu mengikuti keramaian yang ada di jalan situ dan memberhentikannya untuk makan malam di China town dengan makan resto all you can eat yang berbeda. Harganya 8,5 Pounds tapi makananya macam di Hanamasa, enak-enak banget hahaha..


Day 6
Hari Senin tanggal 24 Oktober 2016, saya bangun sangat pagi untuk packing semua barang saya karena flight saya kembali ke Indonesia akan berada pada pukul 21.40 waktu bagian London.

Saya bergegas untuk sarapan dan mendatangi Konferensi hari terakhir yang mulai pukul 8 pagi di Farrer and Co. Pekerjaan sepert ini yang saya suka, kerja sambal liburan memang menyenangkan sekali ya hahaha.. selesai conference sekitar pukul 12.00 WIB saya bergegas ke Victoria Station karena saya sudah membeli tuket menuju Harry Potter oukul 13.00, Karen letak Harry Potter ini bukan berada di kota London sehingga saya harus naik bus dulu sekitar 1 jam (Watford) tetapi tenang saja, tiket seharga 66 Pounds ini sudah termasuk tiket bus pulang-pergi kok.

Harry Potter Musuem ini adalah tempat asal-usul dan pembuatan film harry potter dari awal hingga akhir. Tempat ini sangat ramai dikunjungi turis, bayangkan saya harus memesan seminggu sebelumnya untuk membeli tiketnya dikarenakan minatnya begitu tinggi dan sangat jarang di dunia ini. Jadi, menurut saya mumpung ke London ya sekalian aja.. kapan lagi kesini yak an.

Sesampainya di Harry Potter, saya langsung masuk dan mengantri. Ternyata, benar-benar menakjubkan sekali. Saya sampai tidak menyangka bahwa dalamnya akan seperti ini, benar-benar detail dan dijelaskan satu persatu dari mulai tokoh, adegan yang ini itu, dan juga tempat pembuatannya. Well, it’s worth to visit guys!

Ohiya, 1 tiket hanya diberi waktu maksimal 3 jam. Jadi gak bisa lama-lama di dalamnya yak arena gentian dengan orang lainnya dan jangan lupa minum Butter Beernya Harry Potter karena sangat jarang ditemukan dan cuma ada disini guys.

Setelah 3 jam puas berfoto-foto saya langsung bergegas keluar menuju tempat bis dimana saya diturunukan untuk kembali ke kota London. Perjalanan kembali 1 jam dan diturunkan di stasiun yang sama. Saya menuju mall yang ada disebelah untuk makan malam karena waktu sudah menunjukkan pukul 16:30, saya makan di salah satu resto Italy yang juga all you can eat. Ah! Benar-benar dewa missal makan dengan harga 8-9 Pounds tapi all you can eat, Benar-benar tidak merugikan kantong hahaha.. Saya makan Pizza dan Spaghetti dengan berbagai rasa sampai perut kenyang. Setelah puas mencicipi makanan yang ada di resto ini, saya langsung menuju hotel karena waktu sudah menunjukkan 17:30 sementara flight saya jam 21.40.

Saya kembali ke hotelm mengambil koper dan menaiki Tube menuju bandara. Untungnya tube saya satu line dengan Heathrow jadinya tidak perlu transit-transit lagi hehe, Perjalanan memakan waktu 1 jam dan saya sampai sana pukul 20.00, langsung check in dan juga mengantri di Imigrasi.

Well, berakhirlah sudah petualangan saya di kota yang sangat Lovable ini. I’m definitely will come back here soon! See you London dan seisinya! :)

Rincian Pengeluaran:
Pesawat Jakarta - KL 1.100.000 IDR (PP)
KL- London 6.450.000 IDR (PP)
Oyster card 50 Pounds
Visa 130 USD
Hostel (5 Malam) 1.250.000 IDR
Makan Siang 40 Pounds (5 kali)
Makan Malam 54 Pounds (6 Kali)
Harry Potter 66 Pounds
Wisata 1 paket 50 Pounds
Total 6D5N All-in 14.455.260 IDR
*NB:
1 USD : 13.5000
1 Pounds : 15.000
And Here’s my Itinerary!
ITINERARY LONDON
Day 1
Buckingham Palace
National Gallery and Trafalgar Square
Banqueting House
Horse Guards Parade
Big Ben and Parlement House
Westminster Abbey
Sea Life Aquarium
London Eye
Day 2
Bond Street
Oxford Street
Regent Street
Lunch at Jamie’s Itaian (Covent Garden)
Covent Garden
China town (Dinner)
Day 3
Tennis Wimbledon Museum
Chelsea Stadion – Stamford Bridge
Arsenal Stadion – Emirates Stadion
Wembley Stadion
Day 4
Tower Bridge
Tower of London
Kensington Palace
Kensington Garden
Harrods
Hyde Park
Day 5
Natural History Museum
Science Museum
Victoria and Albert Museum
British Museum
St. Paul Cathedral
Day 6
Cutty Stark
Painted Hall
The Queen’s House
National Maritime House
Royal Observatory
Greenwich
Thank you :)

#BDLondon #BDEngland #BDInternasional #BackpackerDunia #MelancongCoy




Ingin tulisanmu di Publish di melancongcoy.com ? kirimkann tulisan cerita perjalananmu ke email melancongcoy@gmail.com dengan subjek "Tulisan Pelancong".